Teknologi tak dapat dipungkiri telah mengubah banyak hal dalam kehidupan
manusia. Secara bertahap, manusia diperkenalkan dengan teknologi smartphone, mobil otonomos, hingga kecerdasan buatan.
Seluruh
teknologi tersebut kini masih terus dikembangkan dan diprediksi bakal
menjadi bagian dalam kehidupan manusia di masa mendatang. Menurut
laporan terbaru dari The World Economic Forum’s Global Agenda Council on
the Future of Software & Society ternyata sejumlah teknologi
diprediksi akan mencapai puncaknya pada 2025. 1 triliun sensor akan terhubung dengan internet pada 2022
Biaya sensor diprediksi akan terus menyusut, sementara kemampuan
komputasi terus bertumbuh. Karenanya, hampir semua perangkat secara tak
langsung akan turut terhubung dengan internet. Mulai dari pakaian hingga
jalanan, diprediksi bakal hadir dengan kemampuan online.
Ilustrasi smart home. (Doc: Digital Trends)
Menurut laporan, setidaknya ada 1 triliun sensor yang terhubung
dengan internet pada awal 2022. Hampir tiap produk fisik nantinya dapat
terkoneksi dengan infrastruktur komunikasi, dan sensor dapat membantu
manusia untuk meningkatkan kemampuan perangkat tersebut.
Ponsel Implan
Ponsel implan komersial pertama akan hadir pada 2025
Ilustrasi: Teknologi chip implan di manusia (sumber: geekwire.com)
Teknologi perangkat implan yang kini tengah dikembangkan diprediksi
akan benar-benar hadir pada 2023. Dua tahun setelah itu, sekitar 80
persen responden memperkirakan ponsel yang diimplan pada tubuh manusia
akan tersedia untuk publik.
Dengan keberadaan teknologi implan, fungsi perangkat hampir dapat
dipastikan lebih akurat. Fungsi komunikasi pun disebut akan melampaui
teknologi saat ini. Hubungan tak lagi menggunakan kata-kata, melainkan
gelombang ataupun sinyal otak. 80% manusia di dunia akan memiliki identitas digital secara online pada 2023
Ilustrasi pengguna internet. ozoneparis.net
Kehadiran internet yang makin meluas dipastikan akan berbanding lurus
dengan kehadiran manusia secara digital. Setidaknya pada 2023, lebih
dari 80 persen populasi dunia akan hadir dalam bentuk online.
Berdasarkan laporan tersebut, kehidupan digital akan terhubung dengan kehidupan nyata seseorang dan akan terus bertumbuh.
Perusahaan seperti Facebook dan
Google pun kini makin mendorong lebih banyak layanan yang berfungsi
untuk menghubungkan banyak orang di seluruh dunia dengan internet. 90% populasi global akan memiliki super komputer mini saat 2023
Ilustrasi pengguna smartphone (huffingtonpost.com)
Peran PC akan makin tereduksi di masa depan, sedangkan kemampuan smartphone akan terus ditingkatkan. Karena itu dengan kebutuhan dan mobilitas tinggi, lebih banyak orang memilih smartphonesebagai perangkat utama.
Di samping itu, harga smartphone pun diprediksi akan semakin murah, sehingga mempercepat adopsi pengguna. Diperkirakan penetrasi smartphone
akan mencapai 50 persen populasi di dunia pada 2017. Sementara pada
2023, diperkirakan 90 persen populasi akan terhubung ke internet lewat smartphone.
Akses internet
Akses untuk internet akan menjadi kebutuhan dasar manusia di 2024
Internet (asriran.com)
Berdasarkan survei, 79 persen responden memperkirakan pada 2024,
sebagian besar populasi dunia akan memiliki akses internet reguler.
Keadaan itu juga tak terlepas dari upaya beberapa perusahaan seperti
Google dan Facebook untuk menciptakan sebuah solusi untuk menghubungkan 4
miliar orang tanpa akses internet.
Facebook memiliki program Internet.org dan didukung dengan pengguna droneuntuk memancarkan internet ke Bumi melalui satelit. Sementara Google memiliki Project Loon yang memanfaatkan balon besar yang melayang di atmosfer untuk menghubungkan wilayah di dunia. Perjalanan di dunia akan lebih banyak mengandalkan kendaraan ride-sharing ketimbang kendaraan privat di 2025
Dengan
mobilitas tinggi, untuk menghemat biaya perjalanan berbagi tumpangan
alias carpooling bisa jadi solusi. Supaya nyaman, ini etiketnya.
Konsep sharing-economy akan semakin besar terutama didukung dengan kehadiran aplikasi mobile dan marketplace. Namun untuk sektor transportasi, konsep tersebut akan berdampak sangat besar.
Layanan semacam Uber, Go-Car, dan GrabCar
secara tak langsung dapat mengubah cara pandang terhadap transportasi
dan kepemilikan kendaraan. Di samping itu, perusahaan otomotif akan
memikirkan cara baru dalam model bisnis yang digunakan.
0 komentar:
Posting Komentar